Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Saturday, October 18, 2008

Osaka-Jo!


Ini adalah kali kedua aku ke Osaka-Jo atau bisa juga kita sebut Benteng Osaka. Perjalanan kesini pertama kali adalah ketika baru saja tiba di Jepang. Kokusai sentaa (international center)dari 桃山学院大学 (Momoyama Gakuin Daigaku) tempatku belajar disini mengadakan acara jalan-jalan bersama sebagai hadiah selamat datang di Jepang. Tapi waktu itu lagi hujan jadi kurang have fun disini. Maklum waktu dateng masih musim panas jadi hujan sering turun.

Nah sekarang aku main-main sendiri kesini sendiri sebagai salah satu tujuan tur seharian di Osaka (biar ga rugi beli one day pass ticket. hahahaha...). Nah cuaca cerah dan benteng terindah di Osaka ini tampak jauh lebih keren dengan sinar matahari yang menerpanya. Hahahahaha.....

Bayangkan betapa angkuh dan megahnya benteng ini berdiri walaupun sudah dua kali (rasanya...kalo ga salah sih) kalah saat digunakan untuk berperang alias berhasil diduduki musuh. Hmmmm......

One day pass ticket save my pocket^^


Nah, kalo kita berencana jalan-jalan berkeliling Osaka kita akan sangat memerlukan kartu ini. Dengan kartu ini kita dapat bepergian menggunakan kereta sebanyak apapun dalam sehari hanya dengan membayar sejumlah yang tercetak di kartu tersebut. Kebetulan kartu yang saya pakai hari ini untuk area Osaka jadi hanya berlaku di Osaka saja. Sistem kereta di Tokyo juga punya kartu sejenis ini tapi katanya lebih murah dari Osaka punya. Ketika keliling Osaka, kartu ini sanggup menghemat pengeluaran untuk kereta hingga 3000 yen lebih. Seru kan? hehehe....

Wednesday, October 15, 2008

This is the real Danjiri Matsuri (Not practicing anymore)



Nah ini ketika Hari H festival Danjiri. Yang disebut Danjiri adalah benda yang ditarik oleh banyak orang ini. Yang ada diatas Danjiri adalah orang yang menjadi direktur. Dia yang mengatur kemana Danjiri ini harus diarahkan. Di dalam Danjiri ada orang yang bermain musik.


Nah lihat semangat mereka ketika mengikuti festival ini. Waktu festival ini digelar banyak orang membuka semacam stand makanan-makanan tradisional Jepang di jalanan dekat kuil setempat. Acara ini sangat meriah dan kali ini juga tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan pada bangunan karena tertabrak Danjiri ini. Acara ini berlangsung seharian. Bahkan ketika aku pulang dari Nara pun masih ada orang yang menarik Danjiri. Tapi Danjiri ketika malam jauh lebih cantik karena banyak lampion bergelantungan di Danjiri yang ditarik.
Untuk menambah semangat ketika menarik Danjiri, mereka meneriakan yel-yel "Sooryaa!! Sooryaa!!". Pada hari ini semua orang sangat menikmati festival ini dari orang tua hingga anak-anak kecil. Negeri ini memang negeri yang tidak pernah kekurangan semangat untuk mengadakan festival. hahahahahahaha......
Nah ini ada juga video singkat ketika Danjiri waktu malam. Waktu malam semangat mereka sudah agak loyo si. Tapi masih tetap ada semangat kok buat menarik Danjiri sampai kuil lagi. Hahahahahaha......

Travelling to Nara City

Baru-baru ini aku jalan-jalan ke Nara. Nara adalah sebuah kota di Jepang yang terkenal dengan kuil dan kota kuno-nya. Nah karena terkenal dengan kuil dan bangunan-bangunan yang asli Jepang maka aku pergi melihat salah satu kuil yang terkenal di Osaka dan ada di Nara yaitu Toudai-ji atau kuil Toudai.
Di Todai-ji ini ada sebuah patung Budha raksasa. Menurut orang-orang, patung Budha ini adalah yang terbesar di Osaka. Nah ketika masuk kedalam kuil ini memang bisa langsung terlihat sebuah patung Budha yang sangat besar dan terbuat dari perunggu. Lokasi Todai-ji ini tidak terlalu jauh dari Nara Park dan hanya butuh jalan kaki beberapa menit dari Nara-eki (Nara Station). Tapi untuk pergi kesini dari kota Izumi kita butuh beberapa kali ganti kereta dan perjalanan yang ditempuh juga lumayan jauh. Untuk kesini dari Izumi-chuo, kita ambil senboku kosoku tetsuto/ senboku kosoku line ke arah Nakamozu-eki. Dari Nakamozu-eki kita ganti kereta dari semi-express train menjadi subway-train dan berhenti di Tennoji. Sesampainya di Tennoji kita harus ganti kereta lagi menggunakan JR Line menuju Nara-eki. Total perjalanan dari Izumi-chuo sampai Nara-eki lebih kurang 1,5jam.
Nah, selain patung Budha raksasa di Todai-ji kita juga bisa bertemu dengan banyak rusa di Nara Park. Kita bisa juga memberi makan dengan makanan khusus yang dijual dengan harga 500円. Setelah puas berkeliling di Todai-ji dan Nara Park kemudian kita pindah ke Yakushi-ji. Dari Nara Park kita harus naik bus selama lebih kurang 35 menit. Setelah turun dari bus, kita masih harus berjalan lagi untuk mencapai lokasi kuil Yakushi ini. Nah, sebelum tiba di Yakushi-ji sebenarnya ada 1 kuil yang juga kita lewati tapi aku tidak berkunjung ke kuil ini karena kurang terkenal dan juga tiket masuknya mahal T_T. Nah, karena tidak ada penjelasan dengan bahasa inggris sama sekali di kuil ini maka aku hanya datang untuk melihat-lihat saja dan tidak tahu apa yang terkenal di kuil ini tapi yang jelas banyak pelancong domestik yang pergi ke tempat ini.
Sebagai tambahan, kalau mau mengambil tur lokal bisa mendaftar di Nippon Travel yang ada di Central Exit Nara-eki. Nah jika perjalanan berkahir di Yakushi-ji, untuk kembali ke Izumi tidak perlu ke Nara-eki lagi. Kita tinggal berjalan sekitar 5 menit dari Yakushi-ji ke Nishinomiya station dan menggunakan Kintetsu tetsuto/Kintetsu line. Di pemberhentian kedua kita turun (kalau tidak salah sih... lupa nama stasiunnya. hahaha...) dan berganti kereta di jalur seberang untuk menuju ke Nanba-eki. Nah di Nanba kita bisa jalan-jalan dulu sebelum pulang. Jika mau pulang dari Nanba sudah sangat mudah. Kita cukup naik kereta Nankai di jalur 2 dan berhenti di stasiun terakhir yaitu Izumi-chuo.

Saturday, October 11, 2008

Danjiri Matsuri

Nah ini yang namanya Danjiri Matsuri. Danjiri artinya adalah kendaraan besar. Bisa dilihat kalau mereka menarik sebuah "kendaraan" yang sangat besar bersama-sama. Festival ini menurut orang Jepang adalah festival untuk berterimakasih pada kamisama atas berkah yang melimpah untuk panen mereka tahun ini. Namun yang dapat mengkuti festival ini hanyalah penduduk lokal. Misalnya, kalau acara ini diadakan di Kota Izumi maka hanya penduduk asli Izumi lah yang boleh ikut berpartisipasi dalam acara ini. Pendatang dari kota lain tidak bisa ikut berpartisipasi. Acara ini diadakan oleh kuil setempat. tidak hanya satu Danjiri saja, namun masih ada beberapa kelompok yang juga menarik Danjiri-nya. Jadi hal ini terlihat seperti semacam kompetisi. Dalam acara ini, tidak hanya remaja saja yang ikut berpartisipasi namun juga anak-anak kecil. Menurut orang-orang Jepang, mereka sangat bangga jika bisa berpartisipasi dalam acara ini. Sebagai tambahan, acara ini juga terkadang memakan korban jiwa namun tidak setiap tahun, terkadang juga merusak sejumlah bangunan karena Danjiri mereka menabrak bangunan tersebut. Nah, foto ini diambil ketika mereka sedang latihan dan rencananya mereka akan tampil besok Minggu (12/10).

Tuesday, September 23, 2008

Welcome Japan


Yah hari ini adalah hari pertama aku ada di jepang. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan dan membuat pusing ditambah makanan yang ga bisa dimakan sama sekali akhirnya sampe juga di Bandara Internasional Kansai, Jepang! Bandara internasional Kansai atau yang lebih dikenal dengan istilah KIX ini adalah sebuah bandar udara yang terletak diatas laut. Waktu mendarat sudah terasa luar biasa apalagi waktu masuk. Kita bertiga sempat foto-foto karena tempatnya yang kelewat keren kali karena di Indonesia tidak pernah melihat bandara secanggih dan sebesar itu. Untuk pindah dari tempat kedatangan ke bagian imigrasi dan cukai saja kita harus naik kereta otomatis yang dijalankan tanpa masinis. Semua petunjuk terpampang jelas jadi kita yang baru pertama kesanapun tidak mengalami kesulitan sama sekali walaupun sudah terteinggal rombongan (bahkan bagasi kami sape diturunkan dari conveyor karena tidak kunjung diambil). Selain itu, waktu masuk ke toilet, semua juga dijalankan dengan otomatis. Dari sistem penyiraman urinoire yang otomatis (kalo di Indo bisa kita temui di Bioskop XXI) sampai sistem cuci tangan yang otomatis termasuk sabunnya. Selain itu, ada sebuah pemandangan yang jarang di jumpai di Indonesia yaitu jalanan di Jepang ini sangat ramah terhadap penyandang cacat. Pada setiap trotoar selalu ada penuntun jalan bagi penyandang tuna netra. Posisi trotoar ini tidak terlalu tinggi jadi orang yang mengenakan kursi roda pun bisa menaiki trotoar tanpa kesulitan sedikitpun. Selain itu setiap toilet yang ada di Jepang selalu dilengkapi dengan toilet for handicapped people artinya ada toilet yang sangat ramah terhadap penyandang cacat karena mereka bisa menggunakan toilet-toilet umum dengan mudah karena sudah didesain sedemikian rupa sehingga mereka tidak mengalami kesulitan. Begitu pula dengan lift yang ada disini, sangat ramah terhadap orang cacat. Yah mau dibilang apalagi? Negara ini memang bisa dibilang sangat berteknologi dan ramah manusia.
Selain itu tingkat kesopanan pengguna jalan juga sangat kentara di negara ini. Pada saat aku dan teman-teman sedang berjalan untuk berbelanja tentu melewati beberapa persimpangan yang memaksa kita untuk menyebrang tentunya. Disini bisa terlihat rasa saling menghargai antara pengguna jalan baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Orang Jepang yang berjalan kaki dan hendak menyeberang tidak akan menyeberang jalan ketika lampu untuk pejalan kaki berwarna merah walaupun kondisi lalu lintas sangat sepi. Selain itu, pengendara kendaraan bermotor juga selalu memberikan kesempatan pada pejalan kaki untuk menyeberang terlebih dahulu. Disini, walaupun negara penghasil mobil-mobil yang marak kita jumpai di Indonesia seperti Honda, Suzuki, Toyota, dll., ternyata malah sangat jarang ditemui mobil-mobil merk tersebut berseliweran di jalanan Jepang. Lalu lintas disini sangat lancar karena kesadaran mereka dalam berlalu lintas juga sangat tinggi. Sopir bus umum tidak ada yang ugal-ugalan. Semua menjalankan armadanya sesuai dengan kecepatan yang telah ditentukan dan sangat tertib.
Bila semua orang bilang bahwa Jepang adalah negara yang sangat bersih maka hal itu sungguh tidak berlebihan. Pada waktu kita berjalan-jalan di jalanan Jepang, tidak kita jumpai satupun sampah yang sengaja dibuang oleh manusia maupun daun-daun yang berguguran. Tidak ada petugas kebersihan sama sekali yang membersihkan jalanan! Jadi memang dalam hal kebersihan, negara ini pantas untuk di acungi jempol. Aturan membuang sampah pun sangat ketat. Disini aku belajar untuk mulai memisahkan antara sampah makanan, kaleng, plastik, dan pet (botol minum). Kesemua barang tersebut harus dimasukkan kedalam plastik transparan atau berwarna putih dalam keadaan terpisah-pisah dan tidak boleh dijadikan satu. Jika kita membuang sampat dengan menggunakan kantong selain yang berwarna putih atau transparan maka sampah kita tidak akan pernah diambil oleh petugas kebersihan. Yang hebat lagi, tempat pembuangan sampah akhir atau biasa kita sebut TPA di Jepang tidak ada yang menghasilkan bau menyengat seperti TPA yang biasa kita jumpai di Indonesia. Semua sampah yang dibuang oleh warga Jepang selalu di tata dengan rajin.
Nah apalagi ya yang besok aku temui disini? Ikuti terus laporan dari Jepang ^^

Thursday, February 28, 2008

Kampoeng Kopi Banaran


Kemarin sabtu (16/2), aku diajakin ke Banaran cafe sama temen SMA. Sebelumnya belum pernah sih kesana. Kalo diliat... hmmm... lumayan kan tempatnya? Hehhehe... tapi setelah masuk bagus juga ternyata. Nah cafe Banaran sendiri sebenernya belum lama. Orang cafe-nya bilang kalo cafe itu umurnya baru dua tahun. Dulunya disitu hanya ada perkebunan kopi.

Nah setelah minum kopi disini, kita semua memutuskan untuk ikut tur kebun kopi. Tarifnya ngga mahal, satu mobil dengan kapasitas 5 orang dewasa disewakan dengan harga Rp 40.000,00. Selama perjalanan kita diberitahu kalo kopi yang ditanam disitu semuanya jenis robusta dan diekspor sampai Eropa. Pemandunya bilang kalo jenis kopi ini saja yang bisa tumbuh dengan baik di dataran tersebut karena posisi perkebunan hanya 600 m dpl (diatas permukaan laut). Wah, tinggi juga ya? Waktu kita berada di puncak kebun kopi ini kita bisa liat rawa pening juga. Nah, Sayangnya waktu kita kesana lagi ngga panen. Jadi Cuma bisa liat buah kopi yang hijau semua. Kalo buah kopi sudah masak warnanya akan berubah jadi merah, nah kalo sudah merah benar baru dipetik. Panen kopi hanya bisa dilakukan setahun sekali mengingat pohon kopi termasuk jenis tanaman tahunan. Kalo buah kopi warnanya merah tadi selesai dipetik lalu langkah selanjutnya adalah mengupas buah kopi tersebut untuk diambil bijinya. Biji kopi pada mulanya tidak berwarna hitam. Biji kopi berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma khas kopi setelah melalui proses sangrai. Nah selain itu kulit dari buah kopi ini ternyata juga bisa digunakan. Kulit buah kopi yang berwarna kemerahan ini ternyata manis dan inilah bagian yang paling digemari oleh luwak karena selain manis, luwak tidak bisa memakan biji kopi yang keras jadi bagian inilah yang sering dimakan oleh luwak. Kulit dari buah kopi ini kalau diproses akan menghasilkan kopi yang sedap. Apalagi kalo bukan kopi luwak. Nah sekarang tahu kan kenapa dinamakan kopi luwak?

Selesai tur kebun kopi ini maka selesau jugalah perjalanan kita di kampung kopi Banaran. Bye2...

Sunday, January 13, 2008

Jakarta...?!

Wow it's really2 hot today in jakarta. Liburan semester ni hampir semuanya dihabisin di Jakarta, hampir g pulang rumah. Hahahaha....
Kemarin sabtu (12/1), aku pergi ke tempat yang paling anti dikunjungin di Jakarta. Why? Macetnya itu ga karuan. Dimana? Bundaran grand indonesia yg dikenal dgn sebutan bundaran HI. Untung kemarin nie waktu kesana ga ada acara macet. Mungkin krn lewatnya malem kali ya. Ternyata daerah sini tu lumayan bagus juga kalo malem. Bisa lah dibilang ikon Jakarta coz klo malem keliatannya rapi, bersih, n teratur. Tp kalo siang...duh jangan ditanya deh, udah macet, panas, semrawut. Klo pas siang2 ni keliatan deh aslinya orang Indonesia yang "buta warna", kaga ada yang tau namanya lampu merah itu brenti. Klo disitu tuh biar lampu udah merah tetep aja pengemudi tetep nempel terus sama depannya alias ga mau brenti. Akibatnya, krn ga ada yang mau tertib jadilah macet panjang coz ketutup semua tu jalan. Coba klo ada kesadaran dr para pengemudi pasti ga bakalan kaya gitu deh. Macet itu pasti cuma waktunya kita kena macet bisa lebih singkat klo semua tertib. Macet di jakarta ni krn orang Indonesia aja yang "kaya-kaya", hampir tiap orang bawa mobil. Gimana g macet? Hahahaha...
Ya udah deh. Ini cuma kesan dan kritik buat kunjungan ke ibu kota.

------
林文龙

Monday, November 26, 2007

99ERS 100FM Funky Funky Station





Bicara soal radio, Bandung ini ga ada tandingannya deh! Dari dua kunjungan yang semuanya radio, dua-duanya punya daya tarik dan daya jual tersendiri. Memang kita ga bisa mbandingin coz the two of them are absolutely COOL!!! Bahasa Perancisnya mungkin Enchanter, Formidable, or whatever la. Hahaha....



Nah salah satu stasiun radio yang keren di kota kembang Bandung yang juga dapet julukan Paris van Java alias Parisnya Jawa ini adalah ninetyniners. Pada awalnya gw ini sedikit bingung kok namanya bisa dibilang ninetyniners. Nah akhirnya terjawab juga! Sejarahnya sebelum ada pengaturan frekuensi radio yang baru dari Menkominfo, radio ini menempati frekuensi 99.9FM, nah kejawab kan kenapa namanya ninetyniners?



Kalau mau dibahas lebih lanjut mungkin lebih afdol *halah apa sih!?* kalo kita mulai dari sejarahnya dulu aja kali ye. Hmmm... radio ini on-air pertama kali tanggal 9 bulan 9 juga. Wuih bahkan tanggalnya aja sembilan semua, sayang bukan tahun 1999 but 2000. Nah, siaran perdana ini cuma sembilan hari dulu karena ada penyempurnaan sistem. Kemudian on-air lagi tanggal 22 Desember 2000.



Target market dari radio ini dapat dibilang berkelas karena mereka membidik segmen menengah keatas dan rentang usia 15-24. Anak muda banget kan? Karena mereka menarget untuk kelas sosial menengah keatas maka pilihan lagu yang ada disini juga berpengaruh. Proporsi lagunya aja 70% barat dan 30% Indonesia. Udah keliatan banget. Trus karena radio ini anak muda banget, tagline yang dipake sama stasiun radio ini juga harus pas dong. Tagline-nya "The funky-funky station". Trus penyiarnya disebut funky DJ. Kenapa funky? Agak heran juga... hmmm... menurut mereka si kata funky adalah kata yang tidak bisa lepas dari dunia anak muda dan sangat melekat dengan 99ers. Nah, menurut 99ers nih funky itu adalah dare to be different, being yourself, and out of the box. Hmmmm.... pemikiran yang bagus juga.



Sebagai sebuah stasiun radio, tentunya mereka juga punya program-program yang g pernah mau dibilang sama dengan radio yang lain. And, it's true. They have their own creative programs. Tapi, salah satu program yang bikin geli pertama kali gw liat ini adalah program Derita Pagi. Kok bisa ya namanya derita pagi. Temen gw waktu itu sempet tanya kok pagi-pagi malah menderita? Hahaha... lucu juga sih. Nah mereka ngejelasin kok namanya bisa gitu. Versi yang pertama dari para temen penyiar adalah nama itu didapetin dari singkatan para FDJ yang dulu nge-launch acara ini pertama kali. Tapi gw lupa singkatannya apa. Nah kalo versi yang kedua ini versi sang owner radio. Dia bilang namanya derita karena mereka yang siaran buat acara itu benar-benar dibuat menderita sama si owner karena ini adalah program yang diawasi secara langsung setiap pagi. Yah coba aja bayangin kalo lagi siaran di perhatiin sama si owner, gmn ga menderita ya kan? Hahahaha....



Kehebatan lainnya dari radio ini yang ga bakal pernah kita jumpain di Surabaya adalah Funky mobile. Apa maksudnya? Gini nih, ceritanya mereka ini punya mobil yang dalemnya ada perlengkapan lengkap buat siaran. Jadi mereka bisa siaran sambil keliling kota Bandung. Dan waktu gw liat mobilnya...wuih gila keren banget nih mobil. Bahkan mobil ini bisa dipake buat dugem diluar ruang. Wakakakaka.... kenapa gw bilang kaya gt? Karena kemarin anak-anak juga pura2 dugem waktu distelin lagu yang lumayan. Hahhaha... keren deh pokoknya mobilnya.



Nah itu semua yang nge-bedain radio anak muda Bandung sama Surabaya. Kalo di Surabaya, radio buat anak muda hampir tidak terdengar gaung kehebatannya. Wuizzzz...kok ekstrem gini ngomongnya. Hahaha... but that's the reality! Untuk ukuran kota segede Surabaya harusnya jangan mau kalah dong.



Satu lagi yang ga pernah kita temuin di Surabaya adalah radio di Surabaya ga ada yang punya majalah. Nah stasiun radio ini punya gebrakan buat mbikin sebuah majalah. Waktu ditanya apa sih tujuannya radio bikin majalah? Mereka bilang, sebenernya majalah ini buat ngenalin para FDJ nya 99ers karena banyak pendengar yang penasaran dengan tampang para penyiar favorit mereka. Tapi setelah gw baca2 majalah yang mereka kasik, isinya lumayan juga. Ga sekedar buat promo para penyiar tapi juga ada content-nya. Harganya? G mahal2 amat dan khas mereka. Kenapa? Karena harganya Rp 9.900,00. Nah pake angka sembilan juga ni majalah. Selain majalah mereka juga punya stand kopi di Jl. Banda 38, Bandung. Harga kopi yang ditawarkan oleh outlet 99ers ini semuanya Rp 9.999,00. Wah wah...mereka ini memang penggemar angka sembilan. Mungkin angka sembilan ini angka keramat buat mereka. Hahahahahaha....



Ternyata radio yang satu ini punya segudang terobosan yang ga pernah dilakuin sama radio-radio lainnya. Nah kalo gitu kapan dong radio-radio di Surabaya bikin sebuah gebrakan baru yang belum pernah mereka lakuin? Pastinya bakalan seru nih kalo mereka punya ide gila buat ngerubah image radio anak muda Surabaya. Nah, mari kita tunggu dan semoga tidak lama. Hahahahahahahahahaha....

Saturday, November 24, 2007

Suara Pembaruan







Nah, this is my first visit to a newspaper company. I never imagine that they'll be very friendly to us.




Koran juga g kalah ruwetnya kalo mau mbuat. Dari proses penulisan sampe percetakan ternyata bikin pusing juga. Satu hal yang mengherankan, printernya koran cepet banget. Wuakakakakakakakaka......




Dalam proses pembuatan sebuah koran, yang pertama jelas wartawan harus nyetor berita ke redaksi. Nah berita yang udah di tulis sama si wartawan ni dibawa ke redaktur buat diperiksa. Setelah itu masuk ke bagian layout klo g salah inget. Disini berita ditata sampe bentuknya persis sama korang yang kita baca di rumah. Nah setelah itu dicetak dulu buat diperiksa lagi. Kalo masih ada kesalahan ya harus di edit. Nah yang menakjubkan dari para editor ini adalah mereka bisa memperhatikan hal-hal yang sangat kecil yang klo diliat oleh kita aja g ketemu. Sampe titik koma juga diurusin semua. Wah hebat2. Hahahaha.... nah klo udah lolos masuk deh ke bagian percetakan.




Oya ternyata wartawan tu juga ada yang disebut wartawan foto. Tugasnya ya motret. Ni wartawan g main-main dah fotonya. Bagus dan g usah pake tagline apapun kita udah tau berita apaan yang mau ditulis. Hahaha.. luar biasa memang. Tapi g semua foto yang ada di koran itu hasil jepretan wartawan dari perusahaan itu sendiri. Mereka juga berlangganan foto pada ANTARA, Associated Press, BBC News, dll. Kenapa? Ya karena ga mungkin sanggup lah mengcover semua berita yang ada, g usah didunia di Indonesia sendiri aja boro-boro bisa. Mau bayar berapa emangnya? Hahahaha... b'canda.




Nah karena itulah mereka harus punya kerjasama dengan pihak lain. Tapi buat foto headline news ya harus jepretan sendiri. Malu dong kalo sama dengan koran kompetitor. Untuk bagian foto pun ternyata ada editornya juga. Heran ya semua lewat editor? Hahaha....




Nah kalo dibanding-bandingkan memang wartawan di Indonesia ini yang paling kasihan deh. Mereka mengungkapkan kalo wartawan Indonesia ini ngga punya yang namanya spesialisasi atau skill dari pelatihan khusus untuk menghadapi medan yang harus mereka jalani. Semua itu tergantung inisiatif dari para wartawan itu sendir. Mungkin berbeda dengan wartawan luar negeri yang memperoleh banyak sekali pelatihan untuk setiap jenjang tugasnya. Yah, tapi inilah realita hidup di Indonesia, nyawa sepertinya kurang dihargai. Kalo terjadi kecelakaan kerja, paling banter juga santunan. Keliatan kan waktu ada wartawannya salah satu TV swasta meninggal (sorry, g boleh sebut merk ni).




Yah, harapan kita ya semoga para wartawan kita ini semakin diperhatikan saja nasibnya karena merekalah orang-orang berani yang menyebarkan kebenaran pada dunia. OK! Wartawan Indonesia SEMANGAT!!!!

Ogilvy PR & Mather





Encourage innovation. Change is our lifeblood, stagnation our death knell."—David Ogilvy






If you visit their website, that's the first word appear in the screen. Very eye catching.



Ogilvy merupakan sebuah PR consultant yang punya cabang di hampir banyak negara di dunia. Mereka punya tagline The most local of the international, the most international of the local. Ini salah satu kunjungan kita dari Petra dan rasanya ini juga yang paling keren. Para pembicara yang juga merupakan seorang public relation, menyampaikan materi dengan sangat jelas dan menarik. Hmmm.... mau ngomong apa juga sampe bingung ni.... oya, mereka ini menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh seorang public relation. Seorang PR haruslah seorang konseptor yang handal karena PR bekerja dengan ide. Ada banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh kita dari mahasiswa. Ada yang bertanya bagaimana dengan crisis management? Dari pihak ogilvy mencontohkan kasus mizone yang beberapa waktu lalu sempat mengegerkan pasaran di Indonesia karena dikatakan mengandung bahan pengawet. Pihak ogilvy dihubungi oleh mizone dan mereka membantu memecahkan permasalahan ini. Gimana? Bagi kita kejadian ini tentu sangat merugikan tapi dimata mereka sebagai seorang PR consultant, ternyata justru dengan kejadian seperti ini adalah kesempatan untuk mempromosikan barang. Lho? Seperti berlawanan ya? Tapi setelah dijelaskan ternyata ini memang merupakan sebuah kesempatan untuk memasarkan produk asal ditangani dengan cara yang tepat. Untuk meng-counter kejadian semacam ini, mereka melakukan riset-riset. Mereka tidak langsung membantah bahwa berita tersebut tidak benar karena hanya akan menciptakan ketidakpercayaan media maupun masyarakat. Lalu strategi apa yang diterapkan? Mengedukasi masyarakat. Setelah mereka melakukan berbagai macam riset, ternyata dalam setiap produk makanan apapun selalu terdapat bahan pengawet. Mereka mengadakan seminar mengenai hal-hal semacam ini.



"Untuk mengembalikan citra kita tidak bisa langsung," itulah yang dikatakan pembicara. Nah setidaknya dalam upaya pengembalian citra kita harus memasukkannya dulu ke zona nol. Tidak bisa kita menuntut untuk langsung positif. Nah setelah kembali ke titik nol inilah mulai dilakukan upaya untuk melakukan promosi. Hmmm...pintar2. hahahaha.... tapi idenya bagus juga termasuk buat campaign anti kecolongan.



Ide lain yang cukup unik ya yang buat sariwangi. Mereka ingin membentuk sebuah brand image dari sebuah teh yang dirasa ordinary (maksudnya teh itukan bagi kita g ada istimewanya) jadi yang lain daripada yang lain. Nah ketemulah istilah personalitea yang
diambil dari istilah personality yang artinya kepribadian. Lucu juga mereka bisa merubah kata2 kaya gitu. Nah campaign-nya terus apaan??? Nah campaignnya ya tentang personality. Jadi bagi penggemar teh susu kepribadiannya seperti ini dan cocoknya sama apa, trus teh jahe, dll. Menarik kan???



Nah yang lain masih banyak. Emm... mungkin satu lagi. Tentang Dove. Tau kan Dove sabun itu? Nah mereka diminta bikin forealbeauty campaign nya Dove. Mereka bikin iklan mengenai realita dunia iklan yang terlalu banyak di edit sampe seseorang yang sebenernya biasa aja jadi luar biasa cantik. Nah tujuannya apa? Katanya si supaya wanita Indonesia punya kepercayaan diri yang lebih dengan kecantikkannya sendiri. Nah kalo kunjungan yang ini diceritain satu per satu rasanya bakalan panjang karena ya memang menarik ni kunjungan disini. Jadi untuk tahun depan aku saranin studi ekskursinya komunikasi pergi ke perushaan ini lagi. Dijamin g rugi biarpun penyambutannya aga kurang sih. But if you talk bout content, you'll get more than you expect.

Dunia Fantasi (DUFAN)



Hmmmm.... mau bilang apa coba di Dufan. Disini itu kita hampir g ada guna. Soalnya waktu kunjungan dengan PR nya Dufan bingung mau ngapain??? Tapi jelas ini kunjungan yang paling kacau diantara semuanya. Menurutku si... soale waktu udah sampe sana kita masih disuruh nunggu berlama-lama di dalem bus. Begitu udah bisa masuk kita disuruh nunggu lagi didalem. Mana udah panas pula. Nah, setelah penantian yang cukup lama akhirnya kita diminta masuk ke dalam lounge nya. Lumayan dingin. Untung dikasik minuman dingin juga.


Waktu penjelasan didalam pun hampir semua ga kepake. Yang ditanyakan Cuma isu wahana tornado yang bawa korban. Tapi g pa2 sih. Dari sini justru dapet ide buat nulis tugas TMMB nya bu Fani. Ternyata setelah dikonfirmasi ke Dufan, isu itu Cuma bohong. Tapi sehari sebelumnya udah ngecek di internet si. Dan udah tau klo itu bohong. Habisnya mustahil juga bisa membungkam orang segitu banyak. Tapi ya ga tau lagi bener apa ngga. Mudah2an si ngga. Tapi waktu liat wahananya sendiri keliatannya memang aman si. Sistem keamanannya berlapis-lapis kok.


Nah yang difoto itu PR nya Dufan namanya Pak Eddy Darmanto. Dia yang menerima kita, rombongan dari Surabaya disana. Yah, semoga tahun depan kalo kita kesana lagi, semua bisa lebih cepat fix dan tidak ada kekacauan seperti tahun ini yang terlalu banyak menunggu. Hahahahaha.....

SCTV-Surya Citra Televisi





Yap! Kunjungan ke SCTV dilakukan setelah kunjungan ke Mirage.



Di SCTV ini kita justru dapat lebih banyak hal ketimbang waktu di acara "empat mata". Waktu di acaranya Tukul kita Cuma tahu gimana sih para kru di TV itu bekerja. Tapi tidak secara detil kita bisa mendapatkannya. Yah kalo di acara empat mata kita cuma bisa mengobservasi sendiri apa yang mereka lakukan dan kita tidak dapat bertanya apapun. Nah, kalo di SCTV kita ada forum diskusi dan tanya jawab sehingga apa saja yang mereka lakukan sebagai kru TV kita bisa tahu semua. Ternyata dalam pembuatan sebuah acara itu ruwetnya ga karuan. Banyak nego yang harus dilakukan untuk mengadakan sebuah acara saja. Misalnya untuk mengambil keputusan film apa yang akan ditayangkan di SCTV mereka perlu melihat "masa depan" dari film tersebut. Nah ternyata disini ada sedikit proses "gambling" karena siapa yang akan tahu kalo film itu bakalan laris atau ngga? Ya kan? Yang pasti di nego juga dana tentunya. Jadi dalam membeli sebuah film, pihak SCTV menego harganya dulu dengan pihak PH (Production House). Sistem yang biasa dipake untuk membeli sebuah film adalah paket. Dalam satu paket terdiri dari beberapa episode. Pihak SCTV mengklaim bahwa dirinya adalah stasiun TV yang berani menghentikan sebuah acara atau film yang ada. Tentunya ya ngga dipotong begitu aja. Mereka membuat sedemikian rupa sehingga cerita tidak tamat menggantung dan cepet selesai. Haha...



Nah, ketika ditanya SCTV ini sebenarnya ciri khas tayangannya apa si? Punya ngga ciri yang menonjol yang membedakan stasiun TV ini dengan stasiun TV yang lain? Yup, mereka menjawab untuk ciri khas yang dibawa oleh stasiun ini berimbang. Tidak ada porsi yang lebih besar daripada yang lain. Lalu ciri yang paling menonjol? Masak mau disamakan dengan stasiun TV yang lain? Pasti ngga dong. Nah, akhirnya mereka menjawab, untuk masalah yang ini lebih banyak condong ke entertainment-nya. Kenapa? Mereka mengatakan bahwa jika suatu stasiun TV di Indonesia (sekali lagi di Indonesia) hanya menayangkan satu jenis tayangan saja, misalnya news melulu, atau mungkin entertainment melulu, apa education melulu, maka stasiun TV itu dirasa tidak akan bertahan lama. Beda dengan di Amerika dimana masyarakatnya lebih cerdas dalam mengkonsumsi media. Disana (Amerika), stasiun yang memang khusus untuk berita ada sendiri. Oya sebelumnya catatan, yang dimaksud bukan 100% berita pastinya, masih ada unsur2 yang lain namun berita yang dijadikan menu utamanya. Nah selain berita ada juga stasiun TV disana yang khusus channel fashion, anak-anak, dewasa, dsb.

Nah apa lagi ya??? Ntar deh kalo masih ada yang kelupaan ditulis lagi. Hahahaha....

oya thanks buat pihak SCTV yang telah melayani kami semua dengan sangat baik disana (sampe dikasik snack segala padahal udah mau terima kita2 aja yang super g karuan ini aja udah bagus. hahahaha.....)

Mirage Post Production





Mirage Post Production is an advertising company based in Jakarta. They make some advertising that we usually saw on the TV. They have a magnificence building. I like their workplace, very comfy and cozy. Ha-ha…



In this place, we saw some editing process. Before an advertising shown in public, it should be edited. This company not like an ordinary company, I think I could say it a "home" for the workers, maybe their second home. Their working room is just like a bedroom. They give some comfy sofa per room. Why? They said that advertising people can't make certain about their working hours. Sometime they should work till morning or they should rush their work in certain days. They often couldn't back home. They should stay in office for a couple of days. Nah, after that they can take their holidays as a reward for finish their works on time. That picture is editing room *looks nice ^^*



Besides editing, they have 2D editor and 3D animator. But, I think, this visit is less useful. In my opinion, what they gave to us just like what visual communication design studies should get. They didn't explain about the communication aspect at all. They just explain the creative process, how to make it, but the concept not from their own idea. So, they just an executor.



Nah, for the picture on the right side is 3D animation room. They make the animation (like Boneeto adv.) in this room with those computer sets of equipment. The creative process take place here every single day, starts from drawing till digital coloring and making the animation.

Tuesday, November 20, 2007

Trans TV


nah, this is Trans TV building

trans tv and trans 7 now become one company. their building is amazing.
very high huh??? skyscrapper!
very impressing. haha...

Yup! Trans 7


Hey everybody!
I want to tell you bout my visit to Trans7. I think you know this TV station la. Trans 7 is one of the national television broadcaster in Indonesia. This TV channel has a famous show named "empat mata" hosted by Tukul Arwana. Hmmm.... this was my first TV show visit. nah, disamping itu adalah gambar setting panggungnya empat mata. ya kaya yang bisa dilihat di TV si.
boleh dibilang acara ini separo "jayus" dan ga penting deh. the reality is, they force the audience to laugh out loud!!! even me, myself, feel the joke not funny. but, yeah, i know la. they should work like that. haha... but, one thing that amaze me much is their cooperation when work as a team. they r very solid.
acara empat mata ini dibagi menjadi 8 take. pada setiap take-nya ya tentu ada jeda yang biasanya di TV klo kita liat itu buat porsi iklan. nah bedanya klo live show macam ini kita g liat iklannya. nah gantinya si Tukul sendiri lah yang menghibur penontonnya secara off air. waktu itu dia ngajak penonton berbincang-bincang juga nyanyi. nah kira-kira gitulah proses pembuatan film-nya. oya, dalam acara tersebut penonton diberi tahu beberapa kode yang diberikan oleh crew empat mata. so, the audience will know when they should laugh, give applause, shout, or doin anything else. that crew (just 1) control the audience so the show can go smoothly. interesting huh? I dun know what will they do if there some uncontrolled audience. I want to know their action. hahaha.....

Monday, November 12, 2007

Welcome Jakarta

Wah skrg gw udah sampe di jakarta. Sebenernya pergi ke Jakarta si bukan something special lah. Soalnya gw sendiri udah bolak balik ke Jakarta. But, something different rite now. I go here with my buddy. Aha! So it excites me in some ways. Wakakakakaka...
As usual... Jakarta is very crowd. Now, we trapped in traffic jam. Oh, what a waste.
I'm hungry rite now. Hix. Frenz, d u have any snack for me? Haha...
Ok, i'll tell u bout my visit tonight, we'll go to trans7. We'll see "empat mata" show. This is my first exp to be in a tv studio. I wonder what they do to produce a show. Haha... It excites me. I'll tell you bout my visit soon. Ok bye....

------
林文龙

Sunday, November 11, 2007

Today we go!

Heaaahh...
Hari ini kita semua brgkt ke jakarta. Hope we could arrive there safely. Skrg kita lg jalan di jalan tol waru. Hmmm... Masi brp lama lagi ya sampe jakartanya =P
Ok let's make this journey unforgetable. Hahahahaha.... XD
I'll share my journey to you soon. Hmm what kind of exp that i'll get? Hmmmmm.......

------
林文龙

Saturday, November 10, 2007

Hey hey

Wakakakakaka...
Yeeaaahhh!
Finally i can post from my mobile phone. So i can send my study excursion report to ms. Joanne from my mobile. Hahahahahahaha......
Moblog on the go! You save my time to do my assignment. Wakakakakakakakakakakakaka......

------
林文龙

Wednesday, November 7, 2007

Excursion Study to Jakarta-Bandung, Communication Department!!

just in a few more days we will go to Jakarta and Bandung.....
hope there will no problems....
mon amis.....
au revoir et Luttez pour notre programme!!! J'espere cette programme est formidable! XD