Saturday, March 29, 2008
Part Timer Puskom
Friday, March 28, 2008
Berhasil!
Tuesday, March 25, 2008
Isenk!
Thursday, February 28, 2008
Desain Grafis!? Or Web Design????Noooo...
Di semester ini dapet matakuliah web design. Nah waktu pelajaran ini perlu yang namanya adobe photoshop. Terus apa yang salah???
Ada yang salah pastinya....!!! aku paling alergi sama yang namanya program desain atau apapun itu. Sama sekali ga ada demen2nya sama program desain. Bukan ga bisa tapi males ngliatin grafis terus2an. Edit disana-sini, cropping, rendering....arrgghhhh!!! ga betah sama sekali suruh kaya yang begituan! Sama sekali ga telaten blas.... plus ga sabaran yang pasti!!!
Kampoeng Kopi Banaran
Kemarin sabtu (16/2), aku diajakin ke Banaran cafe sama temen SMA. Sebelumnya belum pernah sih kesana. Kalo diliat... hmmm... lumayan kan tempatnya? Hehhehe... tapi setelah masuk bagus juga ternyata. Nah cafe Banaran sendiri sebenernya belum lama. Orang cafe-nya bilang kalo cafe itu umurnya baru dua tahun. Dulunya disitu hanya ada perkebunan kopi.
Nah setelah minum kopi disini, kita semua memutuskan untuk ikut tur kebun kopi. Tarifnya ngga mahal, satu mobil dengan kapasitas 5 orang dewasa disewakan dengan harga Rp 40.000,00. Selama perjalanan kita diberitahu kalo kopi yang ditanam disitu semuanya jenis robusta dan diekspor sampai Eropa. Pemandunya bilang kalo jenis kopi ini saja yang bisa tumbuh dengan baik di dataran tersebut karena posisi perkebunan hanya 600 m dpl (diatas permukaan laut). Wah, tinggi juga ya? Waktu kita berada di puncak kebun kopi ini kita bisa liat rawa pening juga. Nah, Sayangnya waktu kita kesana lagi ngga panen. Jadi Cuma bisa liat buah kopi yang hijau semua. Kalo buah kopi sudah masak warnanya akan berubah jadi merah, nah kalo sudah merah benar baru dipetik. Panen kopi hanya bisa dilakukan setahun sekali mengingat pohon kopi termasuk jenis tanaman tahunan. Kalo buah kopi warnanya merah tadi selesai dipetik lalu langkah selanjutnya adalah mengupas buah kopi tersebut untuk diambil bijinya. Biji kopi pada mulanya tidak berwarna hitam. Biji kopi berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma khas kopi setelah melalui proses sangrai. Nah selain itu kulit dari buah kopi ini ternyata juga bisa digunakan. Kulit buah kopi yang berwarna kemerahan ini ternyata manis dan inilah bagian yang paling digemari oleh luwak karena selain manis, luwak tidak bisa memakan biji kopi yang keras jadi bagian inilah yang sering dimakan oleh luwak. Kulit dari buah kopi ini kalau diproses akan menghasilkan kopi yang sedap. Apalagi kalo bukan kopi luwak. Nah sekarang tahu kan kenapa dinamakan kopi luwak?
Selesai tur kebun kopi ini maka selesau jugalah perjalanan kita di kampung kopi Banaran. Bye2...
Friday, February 1, 2008
Akhir Januari 2008
Bulan januari ini ada peristiwa yang boleh dibilang penting yaitu Pak Harto tutup usia pada 27 januari 2008. Selain itu beberapa rencana yang telah aku buat sendiri ternyata aku langgar sendiri.... duh2 rencana mau motret tempat wisata di semarang gagal total bulan ini. Padahal sebelum pulang ke semarang sudah membuat niat tapi setelah itu malah jadi ga niat. Duh2....... semoga di bulan februari ini semua bisa terlaksana niatnya....
Sunday, January 27, 2008
Proyek Busway di Jakarta
Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Jakarta. Selama di Jakarta ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu jalan khusus yang disediakan untuk bus-bus trans Jakarta. Apa yang menarik dari jalur khusus tersebut?
Jalan khusus bus trans Jakarta yang sering disebut busway ini merupakan sebuah proyek untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di ibu kota Indonesia. Mengapa bisa disebut mengurangi kemacetan? Karena dengan busway hanya boleh dilewati oleh bus trans Jakarta sehingga tidak perlu terkena dampak kemacetan oleh jalan umum yang berada disampingnya dimana semua kendaraan pribadi melintas disitu. Bila dilihat fungsinya tentu saja hal ini sangat berguna. Orang yang sering terjebak macet seperti orang-orang kantor diharapkan berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan pengangkut massal ini. Dengan begitu kepadatan arus lalu lintas di kota Jakarta dapat ditekan.
Namun proyek ini bukan tanpa masalah. Selama saya berada di Jakarta, saya melihat ada satu masalah yang perlu ditangani oleh pemerintah daerah Jakarta mengenai busway ini. Masalah yang saya lihat adalah separator busway. Pertama kali saya langsung tertarik dengan separator busway ini. Mengapa? Separator yang dibuat untuk membedakan jalur kendaraan umum dan bus trans Jakarta ini ternyata sangat pendek dan tanggung. Ternyata hal ini juga sering menjadi sorotan warga Jakarta juga. Banyak dari mereka mengeluhkan separator busway ini justru menjadi penyebab kecelakaan. Orang yang tidak terbiasa menyetir di kota pasti akan berkali-kali dikejutkan oleh pemisah ini. Untuk mobil mungkin masih bisa selamat namun pengendara kendaraan roda dua sering menjadi korban karena menabrak pembatas ini, terutama pada malam hari. Banyak dari pengendara motor menjadi korban pada malam hari karena jalur ini tidak memiliki tanda apapun. Nah apalagi jika sedang musim hujan dan jalanan di Jakarta terendam banjir, tentunya separator tersebut tambah tidak terlihat dan korban akan semakin banyak. Mungkin akan lebih baik jika separator ditinggikan atau dibuang saja.
Hendaknya pemerintah daerah Jakarta memperhatikan hal semacam ini karena dengan tingginya tingkat kecelakaan akibat dari separator busway ini maka banyak dari masyarakat melihat proyek busway adalah sebuah proyek gagal. Padahal dengan adanya busway seharusnya justru membantu transportasi warga Jakarta. Selain itu juga seharusnya polisi bertindak dengan lebih tegas terhadap para pengendara kendaraan bermotor lainnya yang menggunakan busway. Banyaknya pengendara kendaraan bermotor pribadi ataupun umum yang ikut masuk ke jalur busway menakibatkan bus trans Jakarta yang seharunya lancar menjadi tersendat pula. Akibatnya jadwal keberangkatan yang ada di halte bus menjadi tidak tepat semua. Harapan warga yang menaiki bus tersebut supaya tidak terjebak macet juga menjadi hilang karena walaupun mereka menaiki bus trans Jakarta yang notabene memiliki jalur khusus ternyata juga harus tetap ikut macetnya jalanan Jakarta.
Untuk itu perlu terus dilakukan kajian oleh dinas terkait supaya proyek busway ini tidak menjadi sebuah proyek yang gagal. Selain itu pengelola bus trans Jakarta juga harus bisa menciptakan sebuah public image yang baik supaya masyarakat mulai beralih ke kendaraan pengangkut massal dan akhirnya terbentuklah sebuah public awareness and behaviour untuk menggunakan kendaraan pengangkut massal dengan tujuan untuk mengurangi efek dari global warming selain faktor ekonomi.

