Perkuliahan selama di Jepang sudah berjalan satu minggu. Dalam seminggu ini tentunya aku bertemu dengan banyak orang yang merupakan mahasiswa reguler dari Universitas Momoyama. Sebelum masa perkuliahan dimulai ada satu hal yang terus membuatku bertanya-tanya yaitu ada banyak sekali lambang "For Handicapped". Nah aku berpikir, "Memangnya buat apa mereka membuat tempat khusus semacam itu?"

Akhirnya, setelah masa perkuliahan dimulai aku mulai menemukan jawabannya. Ternyata mahasiswa Momoyama tidak semuanya sehat secara fisik. Artinya, ada beberapa diantara mereka yang menyandang cacat dan harus menggunakan kursi roda. Untuk itu, universitas ini membuat tempat-tempat khusus bagi mereka seperti toilet dan elevator yang tentunya diprioritaskan bagi mereka yang cacat.
Seperti prinsip dalam jurnalistik, hanya satu bukan berarti tidak penting, hal ini juga berlaku disini. Walaupun mungkin hanya ada 1 atau 2 orang saja tetapi bukan berarti hal itu tidak penting. Hal tersebut sangat penting! Apa yang anda pikir ketika melihat hal semacam ini? Kalau saya merasa bahwa tidak semua orang cacat membutuhkan pendidikan khusus. Memang ada orang cacat yang membutuhkan pendidikan khusus di sekolah luar biasa (istilah di Indonesia) tetapi ada juga yang tidak membutuhkan pendidikan khusus semacam itu. Asal kita memberikan kesempatan bagi mereka, mereka bisa seperti layaknya manusia normal yang melakukan banyak aktivitas di kampus yang normal. Saya telah melihatnya sendiri. Ternyata mereka (
handicapped person) bisa juga mengikuti pelajaran seperti mahasiswa biasa di kampus yang bagi kebanyakan orang sangat biasa. Memang, perlu diakui mereka membutuhkan beberapa bantuan seperti elevator untuk berpindah lantai karena tentunya mereka tidak mungkin menggunakan tangga. Toilet pun mereka juga butuh yang memilki pegangan supaya mereka bisa memindahkan badannya dari kursi roda. Selain itu, kebanyakan dari mereka tidak membutuhkan apapun. Mereka bisa "berjalan" sendiri walau dengan berbagai keterbatasan fisik mereka.
Hal ini mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran di Indonesia. kapan kita akan mulai menciptakan sebuah tempat dimana semua orang bisa belajar walaupun memiliki keterbatasan? Setelah membaca buku "No One's Perfect" karangan Hirotada Ototake, maka anda semua akan mengerti bahwa tidak semua orang cacat membutuhkan perlakuan yang berlebihan. Mereka juga ingin bisa menjadi senormal mungkin dengan yang lain. Bagaimana mereka bisa menjadi normal bila kita selalu memperlakukan mereka sebagai orang yang "tidak normal"? Saya merasa inilah yang menjadi akar permasalahan bagi orang cacat di Indonesia. Mereka kebanyakan tidak diperlakukan normal sehingga banyak dari mereka yang justru banyak memiliki potensi justru tidak bisa unjuk gigi. Ada beberapa dari mereka yang membutuhkan perlakuan khusus tetapi itu tidak semua. Coba bila kita menciptakan sebuah kampus dimana semua orang bisa belajar disitu. Pertama, tentu akan susah untuk memotivasi mereka, namun mereka harus terus didukung supaya berani menjadi seseorang yang normal. Sulit untuk pertama kali karena di Indonesia mereka tidak pernah dibiasakan untuk menjadi normal. Selain itu, kita juga harus menciptakan sebuah kebiasaan untuk tidak menganggap mereka sebagai, bisa dibilang penyakit. Ketika kita berpikir seperti itu, maka ketika kita berinteraksi dengan mereka yang muncul hanyalah pandangan sinis dan tidak senang. Padahal, mereka tidak berbuat sesuatu yang salah.
Satu hal yang pasti kita tahu, tidak semua orang memiliki fisik yang lengkap. Kita harus memikirkan mereka juga karena mereka juga manusia dan hidup bersama-sama dengan kita. Kita yang dibilang normal ini juga tidak boleh bertindak egois dengan menganggap dunia ini hanya milik orang-orang yang normal. Untuk itu, sudah saatnya juga kita juga memikirkan sesama kita. Harus ada gerakan dimana kita bisa menciptakan suatu
free-barrier environment yang dapat memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk bergerak leluasa di negara kita. Akankah hal ini terwujud?
(
Harapan saya tentunya kampus tempat saya belajar saat ini bisa menjadi pilot project untuk hal ini. Akan banyak sekali orang yang terbantu jika hal seperti ini dapat terwujud.)